Admin Buma

Admin Buma

Jumat, 01 Oktober 2021 03:36

MATERI EKTRA PRAMUKA

MATERI SATU (I) KEPENEGAKAN  

SUB MATERI

SEJARAH PENEGAK

 

Penegak secara etimologi berasal dari kata dasar ‘tegak’ menurut kamus bahasa Indonesia artinya berdiri dan diberi imbuhan pe- yang mempunyai makna ‘menjadi’. Apabila disatukan mempunyai arti menjadi berdiri atau menjadi tegak atau bisa dikatakan yang menegakkan. Diharapkan Penegak disini dapat berdiri tegak sendiri dengan kemampuan dan kekuatan dirinya sendiri tentunya dengan arahan orang dewasa.

Apabila kita mengingat sejarah perjuangan bangsa maka kata ‘Penegak’ itu diambil dari masa-masa menjelang kemerdekaan bangsa Indonesia hingga puncaknya yaitu saat diproklamasikannya kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Inilah masa dimana bangsa Indonesia menjadi tegak, berdiri menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat. Namun dalam masa menegakkan eksistensinya sebagai Bangsa yang merdeka dan berdaulat, selalu ada tantangan hembusan angin yang kencang yaitu pergerakan untuk sejajar dengan bangsa-bangsa di dunia, untuk diakui sebagai bangsa yang merdeka dengan jerih payah sendiri, pergolakan yang terjadi di dalam negeri pun ikut mewarnai tegaknya bangsa ini. Untuk itulah, akhirnya istilah tegak digunakan dalam Gerakan Pramuka sebagai kiasan dasar perjuangan bangsa agar generasi muda Indonesia dapat menghargai perjuangan para pahlawan bangsa dan menegakkan terus cita-cita proklamasi bangsa Indonesia.

Jika merujuk pada pola pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega maka Penegak adalah masa masa latihan bakti dan masa-masa persiapan pengabdian yaitu masa menerapkan hasil latihan yang telah didapat selama dalam masa latihan bakti. Maka Penegak disini digambarkan sebagai kader yang dipersiapkan untuk dapat memberikan sumbangsih bagi masyarakat luas. Tentunya tergantung dari proses latihan yang dijalankan selama masa kepenegakan, hasil yang diperoleh dapat menjadi tolak ukur kualitas latihan Penegak.

Penegak adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 16 – 20 tahun. Secara umum usia tersebut disebut masa sosial (Kohnstam) atau disebut juga masa remaja awal yaitu masa pencarian jati diri, memiliki semangat yang kuat, suka berdebat, kemauannya kuat, agak sulit dicegah kemauannya apabila tidak melalui kesadaran rasionalnya, ada kecenderungan agresif, sudah mengenal cinta dengan lain jenis kelamin. 

Pergerakan golongan Penegak disebut pergerakan bakti. Bagi seorang Penggalang yang masuk Ambalan Penegak, berarti melanjutkan latihan yang telah diterima di golongan Siaga dan Penggalang dan Ambalan Penegak adalah tempat mempraktekkan dan menyempurnakan pendidikannya dalam Gerakan Pramuka. Bagi mereka yang belum pernah menjadi Pramuka dapat diterima sebagai anggota Ambalan sedikitnya telah memenuhi syarat-syarat Penggalang Ramu. Kepenegakan adalah latihan ke arah kemandirian dan tidak menjadi beban orang lain, persaudaraan bakti, mendidik diri sendiri dengan menambah kecakapan sebagai bekal pengabdian dan berguna bagi masyarakat, memilih cara hidup yang dipedomani Trisatya dan Dasadarma.

Penegak dianggap sudah berani meluaskan sayapnya sendiri, membuka lingkaran dunianya lebar-lebar serta mandiri. Maka bentuk upacara pembukaan dan penutupan latihan Ambalan Penegak adalah berupa barisan yang terbuka dari semua sudut, yakni bersaf satu lurus di mana pemimpin-pemimpin Ambalannya berada di sebelah kanan. Pembina bisa berada di tengah-tengah lapangan upacara, tetapi bisa berada di ujung barisan paling kanan. Filosofisnya adalah bahwa Penegak sudah dibebaskan melihat dunia luar dan peran Pembina dalam membina Penegak adalah memberi porsi lebih besar terhadap pemberian dorongan, motivasi dan arahan (Tut Wuri Handayani), dibandingkan dengan di tengah-tengah menggerakkan (ing madya mangun karsa), dan di depan memberi keteladanan (ing ngarsa sung tulada). 

Proses pembentukan jiwa dan mental dalam dunia kepenegakan dilakukan melalui Sandi Ambalan yang dibaca dan dihayati pada setiap upacara penutupan latihan, serta perjalanan spiritual (hike) dan renungan jiwa sebagai sarana introspeksi dan retrospeksi seorang Penegak.


KEMBALI KE HALAMAN LATIHAN 


MATERI DUA (2) SANGGA

SUB MATERI

SANGGA

 

Di mana telah diketahui, satuan terkecil dalam golongan pramuka Penegak disebut sangga. Dalam Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka (PP No. 231 Tahun 2007, Bab III), sangga diartikan sebagai kelompok belajar interaktif  teman sebaya usia antara 16-20 tahun (Pramuka Penegak). Sebagai satuan terkecil ataupun kelompok belajar, sangga tentu memiliki nama atau sebutan dan gambar atau tanda. Penentuan nama dan tanda sangga ini tentu untuk memudahkan administrasi dan tanda pengenal masing-masing sangga. Di mana dalam satu ambalan penegak akan terdiri atas maksimal empat sangga, yang jika masing-masing tidak memiliki tanda pengenal tersendiri akan menyulitkan dalam identifikasi dan administrasi. Karena itulah diperlukan nama dan tanda Sangga Pramuka Penegak.


       Tanda Sangga Pramuka Penegak pun menjadi salah satu bentuk dari Tanda Pengenal Gerakan Pramuka terkait dengan Tanda Satuan. Tanda Sangga Pramuka Penegak berbentuk  bujur sangkar dengan panjang masing-masing sisi 4 cm. Di dalamnya terdapat gambar yang melambangkan nama sangga tersebut. Pemilihan nama sangga dan gambar (lambang) sangga sesuai dengan pilihan segenap anggota sangga yang bersangkutan. Tanda ini di pasang di lengan sebelah kiri baju seragam pramuka.


      Dalam Petunjuk Penyelenggaraan Gugus depan Gerakan Pramuka disebutkan bahwa nama sangga dipilih diantara nama-nama Perintis, Pencoba, Pendobrak, Penegas, dan Pelaksana. Selain itu dapat juga dipilih nama-nama lain sesuai aspirasi anggota sangga. Selain Perintis, Pencoba, Pendobrak, Penegas, dan Pelaksana, sangga dapat menggunakan  nama-nama yang menyatakan minat dari anggota sangga seperti Sangga Seni Budaya, Sangga Religi, Sangga Sepak Bola, atau dengan menggunakan angka romawi. Nama tersebut  merupakan identitas sangga dan mengandung kiasan dasar yang dapat memberikan motivasi kehidupan sangga.

  1. Nama, Kiasan Dasar, dan Gambar Sangga

        Nama sangga Pramuka Penegak yang kerap dipakai adalah Perintis, Pencoba, Pendobrak, Penegas, dan Pelaksana. Kiasan dasar dan gambar dari masing-masing nama sangga tersebut adalah sebagai berikut :

1.  Sangga Perintis.

     Perintis mengandung kiasan keperintisan, orang yang memulai mengerjakan sesuatu, pelopor, atau menjadi pembuka. 

    Sejarah Sangga Perintis. Nama sangga perintis diambil dari peristiwa sebelum tahun 1908,yaitu saat dimana bangsa indonesia masih dalam masa penjajahan,dan bangsa indonesia mulai merintis dan menyatukan kekuatan untuk berjuang untuk melawan para penjajah.

    Gambar Sangga Perintis adalah sebagai berikut :

2. Sangga Pencoba.

      Pencoba mengandung kiasan keberanian dalam mencoba segala sesuatu yang positif. 

      Sejarah Sangga Pencoba. Nama sangga pencoba diambil dari peristiwa pada tahun 1908 tepatnya pada tanggal 20 mei, pada tanggal ini telah terjadi peristiwa kebangkitan nasional. Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun. Masa ini ditandai dengan peristiwa penting, yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908).

    Gambar Sangga Pencoba adalah sebagai berikut : 

3. Sangga Pendobrak.

     Pendobrak mengandung kiasan keberanian dalam mengemukakan kebenaran dan melawan kemungkaran.

     Sejarah Sangga Pendobrak. nama pendobrak diambil untuk mengingat kita akan perjuangan para pahlawan yang telah berjuang baik dengan kekuatan fisik maupun yang telah memproklamasikan kemerdekaan indonesia.karena berkat perjuangan para pahlawan inilah kita bisa menikmati kemerdekaan hingga saat ini.

                 Gambar Sangga Pendobrak adalah sebagai berikut : 

.4. Sangga Penegas.

      Penegas mengandung kiasan kemampuan mengambil keputusan yang arif dan bijaksana

    Sejarah Sangga Penegas. sangga penegas diambil dari peristiwa yang terjadi pada tahun 1928,yakni pada peristiwa sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober saat kongres pemuda II.pada saat inilah bangsa indonesia mulai menyatukan para pemuda diseluruh daerah di indonesia untuk berjuang dan berdiri dari ketertindasan.

                 Gambar Sangga Penegas adalah sebagai berikut :

5. Sangga Pelaksana.

      Pelaksana mengandung kiasan keberanian melaksanakan sesuatu tugas dengan penuh tanggung jawab. 

      Sejarah Sangga Pelaksana. sangga pelaksana mengingatkan kita pada peristiwa setelah tahun 1945 hingga sekarang,saat indonesia masuk pada masa pembangunan,sangga ini juga mengingatkan kita untuk mengisi kemerdekaan,agar perjuangan para Pahlawan tidak sia-sia. 

              Gambar Sangga Pelaksana adalah sebagai berikut :

Sangga terdiri atas 4-8 anggota pramuka penegak. Sangga mempunyai arti sebagai “gubug” atau rumah kecil tempat  penggarap sawah. Dengan itu diharapkan segenap anggota sangga mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan dan musyawarah dalam mengambil keputusan, termasuk dalam menentukan nama dan tanda sangga.

  MATERI 3 (PEMNINA DAN INSTRUKTUR, PEMINATAN DAN DEWAN AMBALAN)

 Materi (3) : 

Permbina dan

Instruktur

Peminatan

Dewan Ambalan

Penegak 

 3. Pembina dan Instruktur

      a. Setiap Ambalan dan Sangga Penegak idealnya memiliki Pembina. Sesuai dengan metode satuan terpisah, maka Pembina Ambalan/Sangga putra harus seorang pria, dan Pembina Ambalan/Sangga putri harus seorang wanita. Hubungan antara Pembina Ambalan/Sangga dengan anggota Sangga seperti hubungan antara kakak dan adik, sedangkan hubungan Pembina Ambalan dengan Pembina Sangga sama seperti hubungan pada anggota dewasa Gerakan Pramuka lainnya yakni hubungan persaudaraan atau kekerabatan, bukan seperti hubungan antara atasan dan bawahan

      b. Ambalan yang menginginkan materi-materi sebagai bekal keterampilan dalam hubungannya dengan life-skill, dapat mengundang

           instruktur yang ahli di bidangnya.

 4. Peminatan

       Di dalam Gerakan Pramuka terdapat lembaga-lembaga yang dapat memberikan pendidikan khusus yang menjurus

      kepada peminatan yang disebut dengan Satuan Karya (Saka). Ada 8 Saka atau 8 peminatan dalam Gerakan Pramuka yakni :

     (1) Saka Bahari – minat kelautan,

     (2) Saka Bakti Husada – minat pelayanan kesehatan,

     (3) Saka Bhayangkara – minat hukum dan kemasyarakatan,

     (4) Saka Dirgantara – Minat keangkasaan,

     (5) Saka Kencana – minat penyuluhan kependudukan,

     (6) Saka Taruna Bumi – minat pertanian, perikanan dan peternakan,

     (7) Saka Wana Bhakti – minat kehutanan,

     (8) Saka Wira Kartika – minat kesatriaan darat. 

            Keanggotaan dalam Saka bersifat tidak permanen karena anggota Saka dapat menjadi anggota beberapa Saka sesuai dengan minatnya,

            dan tidak melepaskan diri dari keanggotaan gugusdepannya.

 5. Dewan Penegak (Dewan Ambalan)

  1. Untuk mengembangkan kepemimpinan dan mengikutsertakan dalam pengambilan keputusan bagi Pramuka Penegak,
  2. dibentuk Dewan Ambalan Penegak, disingkat Dewan Penegak yang dipimpin seorang Ketua disebut Pradana dengan susunan sebagai berikut :

             1) Seorang Ketua yang disebut Pradana

             2) Seorang Pemangku Adat ( penjaga kode etik ambalan)

             3) Seorang Kerani

             4) Seorang Bendahara

             5) Beberapa orang anggota

  1. Dewan tersebut dipilih dari para Pemimpin dan Wakil Pemimpin Sangga. dipilih dari para pemimpin Sangga dan atau wakil pemimpin Sangga.
  2. Pembina Pramuka Penegak dan Pembantu Pembina Pramuka Penegak tidak masuk dalam Dewan Ambalan.
  3. Pembina Ambalan bertindak sebagai penasehat, pendorong, pengarah, pembimbing dan mempunyai hak dalam mengambil keputusan terakhir.
  4. Dewan Penegak bertugas :

           1) Menyusun perencanaan, pemrograman, pelaksana program dan mengadakan penilaian atas pelaksanaan kegiatan.

           2) Menjalankan dan mengamalkan semua keputusan dewan.

          3) Mengadministrasikan semua kegiatan satuan.

          4) Keputusan Dewan dibuat secara demokratis

  KEMBALI KE HALAMAN AWAL

 

MATERI KEGIATAN PENENGAK (4)
Kegiatan Penegak 
    1. 6. Kegiatan Penegak
    1. Kegiatan Penegak adalah kegiatan yang berkarakter, dinamis, progresif, menantang, bermanfaat bagi diri dan masyarakat lingkungannya. Kegiatan Penegak berasal dari Penegak, oleh Penegak, dan untuk Penegak, walaupun tetap di dalam tanggungjawab Pembina Penegak.
    2. Materi yang akan dilatihkan pada hakekatnya semua aspek hidup yang nilai-nilai dan keterampilan. Materi dikemas sehingga memenuhi 4 H sebagaimana yang dikemukakan oleh Baden Powell yakni: Health, Happiness, Helpfulness, Handicraft. Materi latihan datang dari hasil rapat Dewan Penegak, namun demikian Pembina sebagai konsultan dapat menawarkan program-program baru yang lebih bermakna, menarik, dan bermanfaat.
    3. Proses penyampaian materi bagi Penegak adalah:

    Learning by doing (meliputi: Learning to know, learning to do dan learning to live together). Learning to be (meliputi: Learning by teaching; Learning to serve; Serving to earn).

    1. Di dalam latihan, dapat dilakukan pemenuhan/pengujian Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Pramuka Garuda (SPG), dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK).SKU dan SPG merupakan standar nilai-nilai dan keterampilan yang dicapai oleh seorang Pramuka. Sedangkan SKK adalah standar kompetensi Pramuka berdasarkan peminatannya, oleh karena itu tidak semua SKK yang tersedia dianjurkan untuk dicapai. Hasil pendidikan dan pelatihan Pramuka Penegak dilihat dari SKU - SPG yang dicapai dan SKK yang diraih. SKU Penegak terdiri atas 2 tingkatan, yakni: Peneegak Bantaradan Penegak Laksana.

    Setelah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum Penggalang Terap, seorang Penggalang diperkenankan menempuh Pramuka Garuda (SPG)yang dalam pramuka internasional disebut Eagle Scout. Di tingkat internasional ada perkumpulan Pramuka yang telah mencapai Eagle Scout yang disebut ATAS (Association of Top Achievement Scout).

    1. Secara garis besar kegiatan Penegak dibagi menjadi Kegiatan Latihan rutin dan kegiatan insidental.

    Kegiatan Latihan Rutin

    1)    Mingguan

    Kegiatan latihan biasa dimulai dengan:

    - Upacara pembukaan latihan.

    - Pemanasan dapat dilakukan dengan permainan ringan, ice breaking, diskusi mengenai program Ambalan atau kegiatan bakti masyarakat, atau sesuatu yang sifatnya menggembirakan tetapi tetap mengandung pendidikan.

    - Latihan inti, dapat diisi dengan hal-hal yang meliputi penanaman nilai-nilai dan sekaligus keterampilan. Berbagai cara untuk menyajikan nilai-nilai dan keterampilan yang dilakukan secara langsung (misalnya keterampilan beternak ayam, beternak ikan hias, beternak lebah, membuat vas bunga dari bambu, penyuluhan narkoba, penyuluhan kependudukan kepada masyarakat, bakti latihan memberi materi baris-berbaris ke satuan Penggalang), dsb.

    - Latihan penutup, dapat diisi dengan permainan ringan, menyanyi, atau pembulatan dari  materi inti yang telah dilakukan.

    - Upacara penutupan latihan. Pembina Upacara menyampaikan rasa terima-kasih dan titip salam pada keluarga adik-adik Penegak, dan  memberi motivasi kepada Penegak agar tetap menjadi warganegara yang berkarakter.

    2)    Bulanan/ dua bulanan / tiga bulanan/ menurut kesepakatan.

    Kegiatan ini bisa diselenggarakan atas dasar keputusan Dewan Penegak dan Pembinanya. Jenis kegiatan berbeda dengan kegiatan rutin mingguan seperti menyelenggarakan bazaar, pertunjukkan kesenian, kunjungan sosial, membantu kegiatan kelompok remaja putri di desa seperti menjahit, memasak dll, hiking, rowing, climbing, mountainering, junggle survival, orientering, swimming, kegiatan-kegiatan permainan high element, dan low element, praktek pionering yang sebenarnya, first aids, bakti masyarakat, berkemah.

 KEMBALI KE HALAMAN AWAL

TANDA PENGENAL PENEGAK

AMBALAN SULTAN AGUNG DAN NYI AGENG SERANG

(MATERI 5)  

MATERI

TANDA

PENENGAK 

                   
 

Gambar Pemasangan Atribut Pramuka Penegak dan Pandega Putra

Pemasangan tanda pengenal atau atribut pramuka pada pakaian seragam pramuka untuk pramuka penegak SULTAN AGUNG, sebagai berikut.

 

 

 

Gambar Pemasangan Atribut Pramuka Penegak dan Pandega Putri

Antara putra dan putri, terdapat atribut yang pemasangannya sama namun ada juga yang berbeda. Pemasangan tanda pengenal atau

atribut pramuka pada pakaian seragam pramuka untuk  pramuka penegak NYI AGENG SERANG, sebagai berikut.

 

Penjelasan Pemakaian Atribut Pramuka Penegak dan Pandega

Bentuk dan tata cara pemasangan atribut (tanda pengenal) untuk pramuka penegak dan pandega adalah sebagai berikut:

1

Tanda Tutup Kepala; Berbentuk lingkaran (putri) dan segi delapan (putra) dengan warna dasar kuning.

Pada pramuka putri dipasang di topi pramuka  bagian depan  sedangkan untuk untuk putra di samping kiri kabaret pramuka

2

 Tanda Pandu Dunia(WOSM); Berwarna dasar ungu. Untuk putri berbentuk lingkaran, dipasang di kerah baju sebelah kanan.

Sedang untuk putra berbentuk persegi, dipasang di dada  sebelah kanan, tepat di atas papan nama.

3

Tanda Kecakapan Umum (TKU) penegak dan pandega; Berbentuk trapesium dengan gambar sepasang tunas kelapa dan

tulisan BANTARALAKSANA, atau PANDEGA. Dipasang di pundak dengan dilekatkan pada lidah baju kanan dan kiri baik

pada pramuka penegak putri maupun putra. Baca : Tanda Kecakapan Umum Penegak.

4

Tanda Pelantikan; Berwarna dasar coklat tua. Untuk putri berbentuk lingkaran, dipasang di kerah baju sebelah kiri.

Sedang untuk putra, dipasang di dada sebelah kiri, pada lipatan saku baju..

5

Papan Nama; Berwarna dasar coklat muda. Baik putra maupun putri dipasang di dada sebelah kanan.

Untuk putra tepat di antara saku baju dan tanda pandu dunia (WOSM)

6

Tanda Lokasi Kwarcab; Memuat nama kwartir cabang (Kabupaten/Kota) anggota pramuka tinggal.

Baik putra maupun putri dipasang di lengan baju sebelah kanan, paling atas.  Khusus penegak dan pandega

yang menjadi Dewan Kerja Daerah (DKD) dan Dewan Kerja Nasional (DKN) tidak mengenakan tanda ini.

7

Tanda Gugusdepan; Memuat nomor gugusdepan di mana anggota pramuka bergabung. Baik pada putra maupun putri,

dipasang di lengan baju sebelah kanan, tepat di bawah Tanda Lokasi Kwarcab. Untuk anggota putri, nomor gudepnya

genap dan untuk putri nomornya ganjil. Khusus untuk pramuka penegak dan pandega yang menjadi dewan kerja

(DKC, DKD, atau DKN) tidak memakai tanda ini.

8

Lencana Wilayah / Badge Daerah; Memuat lambang kwartir daerah di mana anggota pramuka tinggal.

Dipasang di lengan baju pramuka sebelah kanan, di bawah Tanda Gudep.

Khusus penegak dan pandega yang menjadi Dewan Kerja Nasional, lencana wilayah yang dikenakan

berupa gambar garuda pancasila dengan tulisan "INDONESIA".

Baca : Tanda Satuan dalam Gerakan Pramuka.

9

Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Penegak dan pandega; Terdiri atas tiga bentuk sesuai tingkatan TKK,

yakni lingkaran (purwa), persegi (madya), dan segilima (utama).

 Baik pada putra maupun putri, dipasang lengan baju sebelah kanan, di kanan, kiri, dan bawah Lencana /

Badge Daerah. Pemasangan TKK di lengan baju maksimal 5 buah TKK.

Jika memiliki TKK lainnya (lebih dari lima) selebihnya dipasang di tetampan TKK.

10

Tanda Jabatan; Terdiri atas tanda Pradana, Pemimpin Sangga, dan Wakil Pemimpin Sangga, dengan bentuk balok

berwarna merah bersusun tiga, dua, dan satu.

Juga lencana Dewan Kerja. Pemasangannya di dada sebelah kanan, pada pramuka putra tepat di lipatan pada saku baju.

11

Tanda Sangga; Berbentuk persegi dengan gambar sesuai nama sangganya. Baik pada penegak putri maupun putra

dipasang di lengan baju sebelah kiri paling  atas (di atas tanda ambalan)

12

Tanda Ambalan; Bentuk dan warna sesuai ketentuan ambalan masing-masing. Baik pada penegak putri maupun putra

dipasang di lengan baju sebelah kiri tepat di bawah tanda sangga.

  

Selain tanda-tanda (atribut) sebagaimana tersebut di atas, seorang pramuka penegak dan pandega, jika memiliki, dapat juga

memasang tiska (Tanda Ikut Serta Kegiatan),  lencana dan tanda pramuka garuda, dan tanda perhargaan lainnya pada seragam pramuka. 

 1

Tanda pramuka garuda, dan tanda penghargaan (semisal bintang tahunan) dikenakan di dada baju sebelah kiri (untuk

pramuka putra di atas saku). 

 2

Lencana pramuka garuda (berbentuk mendali dengan pitanya) dikalungkan di leher bersama dengan setangan leher pramuka.

3

Tanda ikut kegiatan (tiska) dipasang sesuai dengan ketentuan tiska tersebut.

Tanda ikut kegiatan (tiska) dipasang sesuai dengan ketentuan tiska tersebut.

Khusus bagi pramuka penegak yang menjadi anggota Satuan Karya Pramuka, pemakaian tanda ambalan diganti dengan bagde saka,

tanda sangga diganti dengan tanda krida, serta tidak mengenakan tanda gugusdepan.

   KEMBALI KE HALAMAN UTAMA

 

Rabu, 15 September 2021 01:50

SESI UJIAN

Selasa, 14 September 2021 02:19

PSMP KLS XII

   
 HARI 4  WAKTU  KELAS XII MIPA  KELAS XII IPS

KAMIS

2  DES 2021

JAM KE 1 BIOLOGI SOSIOLOGI 
JAM KE 2 PKN PKN
Senin, 13 September 2021 07:25

PSMP KLS XI

E_1.jpg

 

 

 

 

 

 

   HARI 4  WAKTU  KELAS XI MIPA KELAS XI IPS   STATUS
 

Kamis,

2 Des 2021    

JAM KE 1            MATEMATIKA (w)              MATEMATIKA (w)         AKTIV 
 
  JAM KE 2    SENI BUDAYA         SENI BUDAYA     AKTIV 
   
Halaman 1 dari 11